Apa Saja Gejala dan Penyebab Terjadinya Kanker Esofagus

Apa Saja Gejala dan Penyebab Terjadinya Kanker Esofagus atau Kanker Kerongkongan?

Apa saja gejala dan penyebab terjadinya kanker esofagus? Mungkin pertanyaan itu adalah salah satu dari banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada para ahli medis.

Apa Saja Gejala dan Penyebab Terjadinya Kanker Esofagus

Ya, mengetahui akan apa yang menjadi gejala dan penyebab dari suatu penyakit merupakan hal yang sangat penting, mengingat penyakit kanker esofagus merupakan penyakit serius dan bukan main-main.

Jika sedikit saja terlambat ditangani, sama seperti kanker lainnya yakni dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Untuk itu mengetahui akan apa yang menjadi tanda dan penyebab terjadinya kanker esofagus atau dikenal juga dengan kanker kerongkongan ini diperlukan guna mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Karena dengan penanganan lebih awal, penyakit masih mudah ditangani dan kemungkinan Anda untuk sembuh dan terbebas dari kanker esofagus lebih besar.

Lantas, Apa Saja Gejala dan Penyebab Terjadinya Kanker Esofagus?

Gejala kanker esofagus

Awalnya kanker esofagus atau kerongkongan tidak menimbulkan gejala sampai kanker sudah mencapai stadium akhir.

Hanya saja ketika tumor atau kanker tumbuh dan membesar dapat mulai muncul gejala seperti kesulitan menelan (disfagia). Selain itu, beberapa gejala lain kanker esofagus ialah:

  • Terjadi penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Terjadi pendarahan
  • Rasa panas dalam perut dan dada
  • Sakit pada dada, perut, atau bagian dekat tulang rusuk
  • Batuk-batuk atau suara serak yang tak kunjung sembuh
  • Terjadinya masalah pencernaan yang berulang dan memburuk
  • Sering muntah dan kadang disertai darah di dalamnya
  • Rasa sakit di tenggorokan dan ketidaknyamanan
  • Mengalami kelelahan karena ketidakmampuan untuk makan
  • Sering tersedak ketika makan

Disamping kanker esofagus, gejala-gejala di atas juga merupakan ciri-ciri dari penyakit serius lainnya seperti gangguan pencernaan.

Apabila Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, dianjurkan untuk mengunjungi dokter sehingga apa yang menjadi penyebab gejala dapat ditentukan dengan tepat, dan penyakit akan semakin mudah diobati.

Baca juga : Cara mengobati kanker esofagus sampai sembuh total

Penyebab dan Beberapa Faktor Risiko Terjadinya Kanker Esofagus

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker esofagus juga belum diketahui apa penyebabnya. Akan tetapi berdasarkan studi yang dilakukan, penyebab utama terjadinya kanker esofagus diduga merupakan mutasi pada DNA jaringan epitel esofagus.

Mutasi sel ini menyebabkan regenerasi sel epitel menjadi tidak terkontrol dan abnormal.

Pertumbuhan sel epitel yang tidak terkontrol inilah yang menyebabkan terbentuknya tumor pada esofagus dan menyebar ke jaringan lainnya.

Mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, berat badan berlebih (obesitas), diet, terapi radiasi, refluks empedu dan gemar mengkonsumsi makanan datau minuman panas juga diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus.

Selain faktor-faktor risiko tersebut, ada beberapa penyakit yang berkaitan dengan kanker esofagus. Dan beberapa penyakit di bawah ini yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker esofagus adalah:

Achalasia. Yakni suatu kondisi yang menyebabkan pelebaran bagian bawah esofagus.

Esofagus Barett. Penyakit ini terjadi ketika bagian bawah esofagus mengalami perubahan struktur jaringan epitel akibat peradangan kronis yang diakibatkan refluks asam lambung.

Perubahan struktur jaringan epitel dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, yakni sekiat 1 dari 100 orang yang mengalami esofagus Barrett dapat mengalami adenokarsinoma.

Penyakit refluks gastro esofagus ( gastro esophagial reflux disease) atau GERD. Penyakit ini merupakan kondisi di mana erjadinya perlemahan otot di bagian atas perut yang menyebabkan asam lambung naik ke bagian esofagus atau kerongkongan.

Asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada dinding epitel esofagus, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker. Akan tetapi harus diingat, tidak semua penderita GERD mengalami kanker esofagus.

Sindrom Peterson-Brown-Kelly. Yakni sindrom langka yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi dan perubahan struktur mulut serta esofagus.

Tylosis, suatu penyakit kulit yang ditimbulkan secara genetis.

Apabila Anda memiliki riwayat-riwayat penyakit tersebut, sebaiknya lebih menjaga pola hidup sehat dan hindari hal-hal yang dapat memicu munculnya kanker esofagus, sehingga kanker esofagus dapat dihindari.

Pencegahan penyakit kanker esofagus

Kanker esofagus bisa dicegah dan diperkecil risiko dan angka kemunculannya dengan beberapa hal berikut:

  • Berhenti merokok. Karena merokok dapat meniningkatkan risiko kanker akibat kandungan senyawa toksin dalam tembakau.
  • Jaga berat badan tetap seimbang.
  • Tingkatkan konsumsi buah dan sayur.
  • Kurangi dan kalau bisa hentikan konsumsi minuman beralkohol.

Sumber : alodokter.com , news-medical.net/ ,

Dan bila perlu, untuk mencegah penyakit kanker esofagus berkembang konsumsi suplemen herbal yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga Anda tidak mudah sakit. ( Baca : Suplemen herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh )

Nah, itu dia gejala dan penyebab terjadinya kanker esofagus atau kerongkongan. Semoga dengan mengetahui apa saja gejala dan penyebab kanker esofagus atau kanker kerongkongan lebih awal, dapat mencegah perkembangan sel kanker dan semakin mudah untuk diobati.

Terimakasih telah berkunjung, sampai jumpa di artikel berikutnya..

Posted by : Gejala dan Penyebab Terjadinya Kanker Esofagus on QnC Obat Hepatitis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *